Being 20,, How do you feel?? terkadang pertanyaan itu yang mampir sebelum tidur. Tak terasa, umur (masa hidup di dunia) kian hari terus berkurang. Tantangannya pun bertambah. Dahulu, TK, masih ingat sebab-sebab nervous bisa karena takut disuruh guru untuk menyanyi. Meningkat ke SD,, nervous setiap kenaikan kelas juga ujian akhir sekolah. SMP, nervous ujian akhir juga. SMA, nervousnya triple,, naik ke kelas dua nervous "akan masuk IPA or IPS?", kelas tiga nervous "lulus enggak ya ujiannya?" dan yang terakhir nervous akut yang dirasakan adalah "keterima enggak y, di jurusan yg aku inginkan?
Alhamdulillah, semua berhasil dilalui...
Then,, sekarang satu titik yang menghantui pikiran,, Skripsi.
Awalnya pusing jika dipikirkan. Namun, "It's a part of my life",, mau tidak mau harus dilalui. Sebenarnya dengan berbagai alasan, sampai saat ini topik yang harus dipikirkan adalah "kanker dan diet". Awalnya, dibayangkan memang sulit,, tapi setelah baca-baca, lumayan sedikit tidak sesulit yang dibayangkan. Semua butuh proses,, tinggal usaha-doa-kemudian sabar
so,, Semangat - semangat!!
Saturday, May 23, 2009
Satu Titik,, yang juga harus dilewati...
Posted by id_mimi at 12:57 PM 0 comments
Saturday, March 7, 2009
Tipe-Tipe Menu Sarapan Anak Kos

Mahasiswa sebagai komunitas terbanyak yang menempati kos biasanya memiliki pola makan yang kurang baik. Kebanyakan prinsipnya “Asal lapar baru makan, dan jika malas, tidak makan pun tak apa” sehingga jarang sekali anak kos sarapan. Kalaupun sarapan,, biasanya yang dimaksud mungkin “brunch” dalam istilah baratnya. Yaitu makan sekitar jam 10an pagi,, mau dikatakan sarapan..ya sudah lewat, tetapi dikatakan makan siang…o..o..belum waktunya. Sebenarnya hal ini nggak seratus persen buruk. Usaha untuk makan pada jam yang telah disebutkan tadi patut diacungi jempol karena lebih baik makan daripada tidak bukan? Namun, sarapan (yang dimaksud adalah sekitar jam 6-8 pagi) itu penting lho. Sebab, sarapan mampu memberikan 1/3 energi dari total energi yang kita butuhkan untuk beraktivitas dalam sehari. Lalu, kenapa nggak sarapan?
“Mana sempat,,, keburu telat” itu respon sebagian orang yang agaknya gemar bangun pagi cenderung kesiangan ..hehehe
“Belum ada yang jualan makanan tuh…” ini respon anak kos yang putus asa (^^ peace)
“Males ah…mendingan nyantai dulu di kos sebelum berangkat” ini respon anak kos yang yah,,, bisa didefinisikan sendiri
(aku termasuk yg mana ya?!)
Ya, apapun respon dan alasannya, sebenarnya solusi pasti ada. Sarapan bukan hanya nasi sayur lengkap dengan lauk pauknya kan?? Berikut alternatif menu sarapan untuk anak kos :
1.Hidangan lengkap nasi-sayur-dan lauk pauknya. Sarapan ini, tipe Indonesia banget. Kebanyakan orang jika ditanya sudah sarapan atau belum, pasti akan menjawab “belum” jika sarapannya bukan dalam bentuk nasi. Padahal sudah makan segelas susu plus roti,, wah…wah..
Menu sarapan jenis ini memang cocok buat orang Indonesia karena kita terbiasa mendefinisikan “makan” sebagai makan besar lengkap dengan nasi-sayur-lauk pauk. Namun, sebenarnya sarapan nggak harus nasi lengkap dengan sayur dan lauk-pauk. Alternatif lain bisa dilihat di poin selanjutnya.
Nasi-sayur lengkap dengan lauk pauknya bisa didapatkan juga di pagi hari. Yang paling banyak dijual di sekitar kos biasanya nasi pecel
2.Bubur kacang ijo atau Bubur ayam --> ini bisa dijadikan alternatif kedua. Kan banyak tuh warung jualan burjo dan buryam 24 jam
3.Roti tawar plus Susu --> kalau alasan nggak sarapan karena nggak ada yang jualan baik nasi pecel, burjo, buryam,, ini bisa jadi alternatif baik. Tinggal beli roti dan susunya di supermarket semalam sebelumnya. Atau buat persediaan di kos lah
4.Oat dan sereal --> ini juga menu yang baik untuk sarapan (yang memang bergaya barat). Tapi kandungan oat itu sendiri baik untuk jantung dan baik bagi yang kadar kolesterolnya tinggi, karena oat disinyalir dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Baik oat maupun sereal sama-sama tinggi karbohidrat jadi jangan khawatir kalau takut cepat lapar. Keduanya dapat dibeli di supermarket
5.Mie Instan --> wah,, ini kayaknya merupakan andalan anak kos. Tapi alasan kenapa aku menaruh mie instan di poin terakhir,, adalah jika benar-benar sangat amat sekali tidak ada alternatif di atas,, ya,,,silakan. Sebab, bumbu mie instan banyak mengandung MSG. Padahal MSG itu sangat kontroversial mengenai efeknya. Pendapat yang paling umum, MSG bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan resiko kanker). Namun, bukti klinisnya masih diteliti. Biar ada variasi zat gizi, lebih baik kalau ingin buat mie instan, lengkapilah dengan sayur dan telur..
Tipe menu di atas bukan berarti semuanya ideal untuk sarapan. Sebab, belum semua zat gizi tersedia. Kan idealnya dalam menu makanan kita harus berprinsip “menu seimbang”. Jadi harus ada variasi zat gizi di dalamnya. Namun, dalam menu sarapan khususnya sarapan ala anak kos, poin 2-5 sudah lumayan cukup baik. So, nggak ada alasan buat tidak sarapan esok hari, bukan? Happy breakfast!!
Posted by id_mimi at 5:38 PM 1 comments
Friday, March 6, 2009
Tak Cukup Hanya Olah Otak...
Entah minggu yang lalu atau beberapa hari kemarin ada berita gempar dari NTU. Saya nggak ingin menceritakan gimana-gimananya. Intinya yang membuat saya tertarik adalah perkataan Dr.Arif Rahman, pakar pendidikan, yang memberikan komentar terkait kasus mahasiswa NTU dari Indonesia yang tewas. Entah perkataannya ada hubungannya atau tidak, yang jelas menurut saya menarik. Kata Beliau, "Sekolah dan menuntut ilmu itu tidak hanya butuh olah otak. Namun juga olah hati, olah rasa,...agar seimbang" kurang lebih inti perkataan beliau demikian. Intinya beberapa hari setelah mendengar itu, kata-kata tadi selalu terngiang-ngiang. Pada akhirnya, kata itu memang menjadi "penghibur" tersendiri di saat tugas-tugas yang makin hari nggak berkurang, justru malah bertambah. Itupun masih ada embel-embel jadwal praktikum yang mendadak,, dan dengan seenaknya mendadak harus buat laporan awal. Hanya bisa sabar...sabar...
Masalah deadline yang sempit bagiku tidak begitu masalah. Yang bermasalah : jika memang benar-benar mepet deadline tugas dengan waktu penugasannya,, ya...jangan tahu-tahu buat jadwal susulan yang mendadak. Itupun tidak ada toleransi. Istilahnya jangan 'maksa'...(ya semoga nanti ada toleransi..)
Benar..benar...mencari ilmu, kuliah memang tidak cukup hanya dengan olah otak. harus mampu olah hati, olah rasa. Kenapa saya bisa posting berkeluh kesah begini,, sebab,, ini bukan yang pertama kalinya kejadian..melainkan untuk kesekian kali...
Terungkap sudah hikmah sabar. Bahwa sabar itu memang tidak ada batasnya ^^.. semangat bersabar, Teman...
Posted by id_mimi at 7:43 PM 0 comments
Thursday, February 26, 2009
Ini Suplemen bukan Super...Man

Zaman sekarang,, di era modern, kalangan masyarakat ingin melakukan segala sesuatunya serba cepat dan praktis. Mindset ini tidak hanya berlaku pada satu aspek kehidupan saja, tetapi berlaku di semua aspek kehidupan termasuk dalam aspek kesehatan. Gaya hidup masyarakat modern cenderung kurang aktivitas, gemar makan enak, dan lupa berolahraga ^^. Sisi baiknya adalah kebanyakan orang masih ingin tetap sehat, produktifitas tetap terjaga, terlihat awet muda, dan tetap ingin umur panjang. Karena beberapa alasan tadi, masyarakat modern memiliki kecenderungan mengkonsumsi suplemen. Semakin mahal suplemen dan semakin banyak khasiat yang ditawarkan, semakin laku produk tersebut di pasaran. Sebenarnya bagaimana pandangan praktisi medis tentang suplemen ?
Untuk menjawab pertanyaan tadi, kita perlu mengetahui apa itu suplemen. Suplemen makanan merupakan makanan yang mengandung zat-zat gizi dan non-gizi; bisa dalam bentuk kapsul, kapsul lunak, tablet, bubuk, atau cairan yang fungsinya sebagai pelengkap kekurangan zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga agar vitalitas tubuh tetap prima (Oekir, 2008). Biasanya komposisi suplemen terdiri atas satu bahan utama dan beberapa komposisi tambahan. Sebagai contoh adalah produk suplemen vitamin C yang merebak di pasaran. Walaupun mengklaim sebagai produk vitamin C, tetapi biasanya ada tambahan komposisi lain di dalamnya seperti mikronutrien zink, asam folat, dan sebagainya.
Jika suplemen adalah produk yang dapat menjaga tubuh tetap prima, berarti baik dikonsumsi bukan??
Logika yang sering digunakan oleh kebanyakan orang adalah seperti pertanyaan di atas. Secara logika memang benar. Namun, banyak hal yang perlu diperhatikan jika benar-benar ingin mengkonsumsi suplemen. Hal ini merupakan kontradiksi. Sebab, memang benar suplemen mengandung komposisi yang terkadang khasiatnya memang terbukti secara ilmiah. Namun, Bagaimana interaksi antar mikronutrien di dalamnya? Apa masih dapat berkhasiat seperti apa yang diklaim atau justru sebaliknya? Bagaimana dengan dosisnya? Bagaimana bila dikonsumsi bersamaan dengan obat? Adakah efek sampingnya?
Banyak sekali bukan pertanyaan lain yang perlu diperhatikan?? Pertanyaan di atas hanya sebagian kecil dari hal-hal yang perlu diperhatikan jika akan mengkonsumsi suplemen. Konsumsilah suplemen jika tubuh memang membutuhkan. Itu pun perlu dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter. Jangan cepat menganggap bahwa suplemen memiliki efek super dalam meningkatkan daya tubuh. Apalagi jika hanya mengandalkan suplemen tanpa mengkonsumsi menu seimbang dan berolahraga. Jelas takberkhasiat,, karena suplemen ya hanya punya efek suplementasi atau pelengkap... bukan efek super...Man...^^
Posted by id_mimi at 6:02 AM 2 comments
Labels: Health-Nutrition Corner